AKIBAT KELALAIAN BERBUAH PETAKA
Sudah sangat lama bangsa ini didera musibah yang silih berganti, dari Tsunami, gempa bumi, lumpur lapindo, banjir rutin tahunan, gunung meleduk, kebakaran, tanah longsor, penggusuran, upaya pemerintah memusnahkan rakyat kecil yang miskin (dengan nama pemberantasan kemiskinan)…….., sudah sangat lelah rakyat ini, seharusnya semua komponen bangsa ini sudah mesti pintar dan cerdik dalam mengantisipasi yang akan terjadi karena pada banyak kejadian itu sebenarnya sudah sering terjadi dan bahkan menjadi langganan yang pasti datang……tapi mengapa setiap datangnya hal tersebut hampir pasti dikatakan ada yang tewas, kerugian fisik maupun non fisik………. disini menjadi adanya sebuah keraguan apa bener yang Namanya (Pemerintah) itu pengayom bagi rakyatnya dan sekaligus kita juga bertanya apa sudah bener tujuan kita membentuk negara ini untuk kepentingan bersama……….. jawabannya sudah sangat langka untuk ditemui dan hampir mustahil dapat ditemui………..(ini bukan Skeptis) tapi kenyataan……….makanya alam berbicara dan menegur dengan macam-macam bentuk akibat kejahilan dan kezaliman umat yang ada diatas punggungnya……..tapi lucunya sampai hari ini belum juga ada tanda2 bahwa manusia akan insaf dari kezaliman dan kejahilan……salah satu contoh yang paling terbaru adalah terjadinya musibah longsornya tanggul Cirendeu Ciputat/tanggerang Banten….ini banyak hal yang mestinya dapat dipetik dari kejadian tersebut…….misalnya” dengan musibah tersebut banyak Partai yang mengambil keuntungan”, banyak lembaga/Departemen yang berupaya lepas tangan, dan sekaligus mencoba untuk menjadi dewa kesiangan, namun yang lebih lucu lagi, masalah tanggul atau kolam penampung air yang semestinya dapat menjadi manfaat bagi masyarakatnya baik untuk petani, pencegah banjir, dll, namun menjadi petaka. itu semua berawal dari tidak adanya perhitungan yang cermat dalam pembuatan Situ di seluruh pelosok negeri ini, baik dari sisi konstruksi maupun tata letak situ tersebut, hukum dinegeri ini tidak berjalan, moral masyarakatnya sudah hancur, moral Penjabat ( baca “penjahat” ) di negeri ini sudah sangat luluh lantak, jadi simplenya (Capital Sociall) bangsa ini sudah musnah….. baik itu akibat perubahan zaman, maupun akibat lalainya para oarang2 yang mengatasnamakan dirinya sebagai (Penjahat Negeri)………ada hal lain yang jadi perhatian semestinya, hal musibah situ gintung itu ngak perlu terjadi seandainya peringatan yang telah diingatkan beberapa tahun yang lalu oleh salah satu badan pengakajiannya …………..”bahwa situ Gintung itu telah menunjukkan adanya keretakan, yang retaknya hampir melintang” namun itu tak diperdulikan, dengan alasan harus laporan resmi dan berbagai hal cara lain yang mereka gunakan sebagai alibi menghindarinya tanggungjawab………..kini korban telah berjatuhan baik materi maupun non materi………..banyak Lembaga/Departemen yang cuci tangan…….ada hal lain juga yang mestinya jadi perhatian masyarakat kecil ini……….terlebih lagi yang waktunya tinggal “8″ hari lagi akan berlangsung ngak termasuk hari “H”, itu tidak perlu berharap banyak dari acara pesta besar-besaran tersebut, karena semua itu tidak ada ubahnya seperti “MEMILIH PARA MALING/PENIPU TERBAIK YANG ADA DI NEGERI INI BAIK PUTERA MAUPUN PUTERI UNTUK MEMBUNUH/MENIPU RAKYATNYA” dengan harapan palsu dan janji2 serta sumpah2 yang bahkan sanggup mejual AGAMA/KEYAKINANnya untuk memperoleh posisi yang paling strategis (KOMANDAN PENIPU)……di negeri ini………..wahai rakyat baik kecil/teri maupun besar/borju/……………..berhentilah menjadi pengkhianat rakyatmu dan sesamamu………jika itu belum juga kamu berhenti, maka jangan pernah berharap bahwa alam akan DIAM, pasti teguran datang lagi……………walaupun macam2 musibah dan bencana baik sifatnya lokal maupun nasional, HARI INI PEMERINTAH BELUM JUGA SANGGUP MEMANAJEMEN LEMBAGA YANG KHUSUS MENANGANI MASALAH SEPERTI YANG SEKARANG TERJADI’ alias masih kucar-kacir (musibah kecil aja kayak di Situ Gintung sudah kacau balau/kalang kabut menhadapinya apalagi kalau menghadapi masaalah yang sebesar Tsunami”…………hanya kita tinggal berdo’a saja semoga ke depan para pengkhianat bangsa ini menjadi “musnah di telan Bumi semua keturunannya”……….memang kita turut juga belasungkawa dan berduka cita atas terjadinya musibah Situ Gintung……..semoga yang musibah/meninggal tersebut mendapat tempat di sisi-NYA, dan yang masih hidup diberikan ketabahan hatinya, karena semua yang ada dimuka bumi ini milik ALLAH SWT, pasti akan berakhir……..amien ya rabbal a’lamin