Pandangan Agama dan Ilmu
Ilmu pengetahuan dan Agama merupakan dua hal yang saling mengisi dan tidak dapat dipisahkan yang dapat diibaratkan bagai sekeping uang koin yang bersisi dua dalam dan untuk kesadaran manusia. Hanya, ilmu pengetahuan diperoleh manusia melalui kerja keras untuk mencari dan melestarikannya sedangkan Agama melalui pewahyuan dengan perantara seorang Nabi atau utusan Tuhan. Agama diturunkan untuk mempermudah manusia dalam memahami dirinya dan lingkungan alam sekitar tempat dimana ia berada. Demikian pula halnya dengan ilmu pengetahuan yaitu merupakan upaya manusia untuk mempermudah hidup dan kehidupannya beserta alamnya. Dan Islam sangat memaksa umatnya agar bergegas untuk menggapai Ilmu Pengetahuan atau Iptek untuk menggapai Iman dan Taqwa atau Imtaq melalui amal saleh dan melalui penyerahan diri yang tulus meminta ridhaNYA.
Ilmu, iman dan amal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ilmu penting untuk dipelajari, dikuasai dan dikembangkan. Dengan ilmu, orang dapat mendalami agama sekaligus memperkukuh imannya. Misalnya bagi umat islam, shalat atau sembahyang yang merupakan tiang atau tonggak utama keislaman seorang dalam mengamalkan agamanya sebelum ia melakukan hal-hal wajib dan sunnah lainnya yang wajib atau sunnah untuk dikerjakan tak akan sempurna pelaksanaannya (pengamalannya) tanpa menguasai ilmunya, seperti hakekatnya dan manfaatnya terutama rukunnya. Begitu pula dengan ibadah puasa dan ibadah lainnya juga harus dipahami syariatnya. Selanjutnya untuk melanjutkan dan meningkatkan kehidupan perlu ditingkatkan produktifitas usaha pertanian, industri dan sebagainya. Semuanya ini perlu untuk menjamin persediaan bahan makanan guna menyehatkan badan, agar kita dapat meningkatkan ibadah. Itulah sebabnya ilmu termasuk teknologi pertanian harus pula kita kuasai. Jadi, ilmu mewujudkan atau memperkukuh iman dan selanjutnya iman menunutun kita dalam beramal untuk keselamatan umat manusia pada keseluruhannya.
Betapa mutlaknya kita menuntut ilmu dapat diketahui bahwa perintah pertama yag diturunkan oleh Allah SWT ialah: “Iqra bismi rabbikal ladzii khalaq” (surat al-Alaq ayat 1) yang artinya: “bacalah atas nama ALLAH SWT / Tuhanmu yang menciptakan!” kalimat “Bacalah”, diperintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk diteruskan kepada umat manusia. Dari ayat pertama sampai kelima surah AL-Alaq itu dapat disimpulkan bahwa dengan mampu membaca (dan menulis), kita akan dapat menguasai dan megembangkan ilmu. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW mengatakan” Carilah Ilmu walau jauh sampai ke nederi China”.
Ilmu Allah SWT meliputi segala sesuatu dan tidak terbatas. Ilmu manusia berasal dari Allah SWT dan sangat terbatas. Allah SWT memberi ilmu kepada nabi Adam a.s.(002:031), Allah mengajari manusia apa-apa yang tidak diketahuinya dengan kalam (096:004-005). Tanpa ilmu manusia sering dan suka berdusta terhadap yang lainnya, dengan maksud menyesatkan yang lainnya. Menuruti hawa nafsunya sendiri tanpa kendali. Quran menuntut agar manusia mempelajari alam semesta ini.
Dengan dapat kita ilhami dan aplikasikan dalam seluruh sendi kehidupan ini secara berkesinambungan kedua hal diatas hendaknya, kita tidak lagi menjadi penyesat bagi manusia /hamba yang lain, tapi menjadi penyelamat bagi seluruh alam dan ummatnya dari kehancuran yang telah digambarkan. bahwa kehancuran dimuka bumi ini merupakan akibat ulah tangan-tangan manusia itu sendiri. semoga Allah SWT membuka pintu ampunan serta diberi kekuatan bagi yang telah berupaya merusak alam ini untuk insaf dan kembali ke hekekatnya dan yang masih suci untuk dijauhi dari yang di benciNYA. amieeeeeennnnn.