<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk BUNG ADI</title>
	<atom:link href="http://safriadi.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://safriadi.wordpress.com</link>
	<description>Untuk Berbagi Pemikiran</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2009 10:34:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Paradigma Politik Pemuda Indonesia oleh safriadi</title>
		<link>http://safriadi.wordpress.com/2009/04/29/paradigma-politik-pemuda-indonesia/#comment-4</link>
		<dc:creator>safriadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 10:34:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://safriadi.wordpress.com/?p=129#comment-4</guid>
		<description>itu dia yang jadi masalah kronis, karena yang jadi fundamen demokrasi sekarang yang dipertontonkan oleh beberapa orang yang katanya memperjuangkan demokrasi (kata bumi putera dengan istilah:Bangsawan pemikir akan terpinggrikan jika dalam suatu negeri telah muncul dan mengguritanya bangsawan turunan) karena disitu tidak lagi melihat apa yang telah dia buat untuk memperbaiki bangsa atau kontribusi nya bagi negara, namun yang dilihat adalah siapa yang mengangkat/mempromosikan dia, atau lebih simple contoh demokrasi sekarang dilihat dari beberapa partai besar, para bupati, gubernur, dll. dengan mengangkat anak, saudara, ipar, sepupu, abang, adik dan bahkan ayahnya sendiri diajak dan dipaksa untuk lolos jadi anggota DPRD, DPD, DPR RI untuk mengamankan posisi nya yang saat ini sedang berkuasa dan akan meneruskan berkuasa lagi dimasa akan datang. sebagaimana dalam sebuah teori bahwa jauh dalam hati kecil manusia menyimpan kerakusan yang abadi bahwa jika kekuasaan tersebut telah dia dapat akan dia pertahankan sampai mati. dengan adanya hal tersebut maka akan muncul ketidakadilan baik dalam hal demokrasi, akses ekonomi, serta terjadi juga jurang kesenjangan yang semakin tinggi, akibat adanya ketidakjujuran tersebut akhirnya timbullah hegemoni kelompok..........&quot;inilah yang diciptkan oleh globalisasi/anak kandung neoliberalisme/ neo kapitalisme.................jika tidak berubah, maka tinggal menunggu kehancuran.........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itu dia yang jadi masalah kronis, karena yang jadi fundamen demokrasi sekarang yang dipertontonkan oleh beberapa orang yang katanya memperjuangkan demokrasi (kata bumi putera dengan istilah:Bangsawan pemikir akan terpinggrikan jika dalam suatu negeri telah muncul dan mengguritanya bangsawan turunan) karena disitu tidak lagi melihat apa yang telah dia buat untuk memperbaiki bangsa atau kontribusi nya bagi negara, namun yang dilihat adalah siapa yang mengangkat/mempromosikan dia, atau lebih simple contoh demokrasi sekarang dilihat dari beberapa partai besar, para bupati, gubernur, dll. dengan mengangkat anak, saudara, ipar, sepupu, abang, adik dan bahkan ayahnya sendiri diajak dan dipaksa untuk lolos jadi anggota DPRD, DPD, DPR RI untuk mengamankan posisi nya yang saat ini sedang berkuasa dan akan meneruskan berkuasa lagi dimasa akan datang. sebagaimana dalam sebuah teori bahwa jauh dalam hati kecil manusia menyimpan kerakusan yang abadi bahwa jika kekuasaan tersebut telah dia dapat akan dia pertahankan sampai mati. dengan adanya hal tersebut maka akan muncul ketidakadilan baik dalam hal demokrasi, akses ekonomi, serta terjadi juga jurang kesenjangan yang semakin tinggi, akibat adanya ketidakjujuran tersebut akhirnya timbullah hegemoni kelompok&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221;inilah yang diciptkan oleh globalisasi/anak kandung neoliberalisme/ neo kapitalisme&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..jika tidak berubah, maka tinggal menunggu kehancuran&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Paradigma Politik Pemuda Indonesia oleh fafa</title>
		<link>http://safriadi.wordpress.com/2009/04/29/paradigma-politik-pemuda-indonesia/#comment-2</link>
		<dc:creator>fafa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 19:39:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://safriadi.wordpress.com/?p=129#comment-2</guid>
		<description>emang sech ditangan pemudalah dominannya nasib suatu bangsa bisa dirubah...
namun pemuda di era sekarang....
kebanyakan hanya berfikiran pragmatis...
apa yang dapat kalian lakukan tuk bangsa ini....
yang ada hanyah kritikan tanpa da penawaran solusi....
saat ini yang merka pikirkan hanya apa yang dapat mereka ambil dari bangsa ni...
bukan apa yang dapat mereka berikan.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>emang sech ditangan pemudalah dominannya nasib suatu bangsa bisa dirubah&#8230;<br />
namun pemuda di era sekarang&#8230;.<br />
kebanyakan hanya berfikiran pragmatis&#8230;<br />
apa yang dapat kalian lakukan tuk bangsa ini&#8230;.<br />
yang ada hanyah kritikan tanpa da penawaran solusi&#8230;.<br />
saat ini yang merka pikirkan hanya apa yang dapat mereka ambil dari bangsa ni&#8230;<br />
bukan apa yang dapat mereka berikan&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
